Penulis : Tuti Suartini (Dosen Prodi Pendidikan Teknik Elektro FPTK UPI)
Abstrak: Dewasa ini pendidikan kejuruan menghadapi permasalahan rendahnya kemampuan kognitif maupun keterampilan motorik. Dampak kegagalan tampak dari belum optimalnya output lulusan SMK sesuai dengan tuntutan masyarakat dan dunia industri. Studi lulusan Pendidikan Teknik Elektro FPTK UPI Bandung pada penelitian ini adalah mengkaji masalah-masalah penerapan aplikasi program pengajaran pendidikan guru, pengalaman, dan kepuasan kerja terhadap proses belajar mengajar di SMK. Seberapa jauh sumbangan program pengajaran Pendidikan Teknik Elektro FPTK UPI Bandung, pengalaman dan kepuasan kerja dapat menjelaskan penyelenggaraan proses belajar mengajar di SMK.
Volume III No 9, Agustus 2006
Penulis : Supandi (Dosen Prodi Pendidikan Tata Busana FPTK UPI)
Abstrak: Batik pada awalnya tidak dibuat hanya untuk sekedar indah dilihat, tapi juga memberi makna yang erat dengan falsafah kehidupan. Makna yang terkandung dalam batik menjadi peninggalan sejarah seperti pada tulisan kuno Pararaton, pada relief dinding candi atau patung. Pasca kemerdekaan Indonesia, pemerintah berupaya melestarikan batik melalui lembaga yang sudah terbentuk sejak tahun 1919, sebagai hasilnya batik tidak pernah surut dari kehidupan bangsa Indonesia. Mulai tahun 1960an dikenal para pembatik modern, diantaranya Iwan Tirta, sebagai pembatik, penulis buku dan desainer busana batik. Iwan Tirta membuat perubahan yang berani, baik dalam tata warna maupun bentuk dan ukuran ragam hias batik, tapi dari analisa pendekatan estetika sebagai dasar kajian desain, karya Iwan Tirta ternyata menggunakan unsur desain berupa titik, garis, bidang, warna dan tekstur serupa dengan batik tradisional yang disesuaikan dengan masa kini. Analisa deskripsi batik Iwan Tirta membuktikan terdapat relevansi nyata antara batik tradisional dengan batik modern karya Iwan Tirta, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
Volume III No 9, Agustus 2006
Penulis : Purnawan (Dosen Prodi Pendidikan Teknik Mesin FPTK UPI)
Abstrak: Mekanisme komponen pneumatik merupakan konsep dasar yang menjelaskan prinsip kerja komponen dalam sebuah sistem pneumatik. Mekanisme komponen biasanya direpresentasikan dalam bentuk simbol-simbol verbal yang terstandarisasi. Kesulitan dalam memahami konsep yang abstrak, komplek, dan dinamik seperti konsep mekanisme komponen pneumatik sering dialami peserta didik. Diduga diakibatkan model teoritis yang ditampilkan dalam buku teks tidak dapat langsung diterapkan dalam pembelajaran. Model tersebut tidak cukup representatif untuk dapat menjelaskan sifat-sifat komponen secara realistis, sehingga kemungkinan tidak terjangkau (inaccessible) oleh peserta didik. Penelitian ini bertujuan menghasilkan seperangkat model komponen pneumatik yang dapat digunakan sebagai media belajar pada konsep mekanisme komponen pneumatik. Data mekanisme komponen yang meliputi; simbol, fungsi, metode aktuasi dan pengembaliannya, jumlah posisi kontak, jumlah saluran input-output dan prinsip kerja dikumpulkan melalui studi literatur dan observasi. Data yang telah terkumpul dianalisis melalui analisis grafis kemudian diubah menjadi model yang praktis. Melalui penelitian ini telah dihasilkan seperangkat model ikonis komponen pneumatik. Model dibuat dari bahan hard cover paper. Model dapat dilekatkan pada white board dengan mekanisme komponen model menggunakan sistem geser. Model komponen yang dirancang meliputi double acting cylinder, DCV 5/2 double mechanic, AND dan OR valve, dan DCV 3/2 NC general spring return, masing-masing berfungsi sebagai aktuator, pengontrol akhir, prosesor, dan sensor.
Volume III No 9, Agustus 2006
Penulis : Maman Kusman dan Yayat
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi dan menganalisis tentang pengelolaan pemelajaran teknologi mekanik di workshop JPTM FPTK-UPI yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan output/luaran yang dihasilkan. Data dikumpulkan melalui kegiatan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, yang kemudian diolah dengan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pemelajaran teknologi mekanik yang dilakukan di workshop JPTM FPTK – UPI dalam membekali peserta didiknya dengan kemampuan untuk memenuhi standar kompetensi minimal sebagai tenaga pengajar SMK, masih belum optimal.
Volume III No 9, Agustus 2006
Penulis : Danny Meirawan
Abstrak: Kualitas guru yang kreatif, inovatif tidaklah dengan sendirinya ada, tetapi dibina dan dikembangkan mulai dari perkuliahan yang membekali berbagai kemampuan dasar termasuk keterampilan dasar mengajar. Diasumsikan bahwa jika kemampuan dasar dapat dikuasai dengan memadai maka pengembangan pembelajaran berikutnya akan terbina dengan baik.
Penelitian ini untuk menjawab permasalahan mengenai; Seberapa besar gambaran tingkat pemahaman mahasiswa FPTK UPI tentang keterampilan dasar mengajar. Bagaimana gambaran keterampilan dasar mengajar yang banyak dikuasai mahasiswa FPTK UPI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa tentang kemampuan dasar mengajar di sekolah. Pemahaman yang dimaksud adalah derajat pengetahuan (cognitive domain) yang dikuasai para mahasiswa tentang keterampilan dasar mengajar (8 keterampilan dasar). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yang berusaha menemukan gambaran penomena yang ada dan telah dilakukan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket.
Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa FPTK UPI yang akan ber PPL pada tahun 2002 sebanyak 100 orang, sekaligus sebagai sampel dalam penelitian ini. Teknik Sampling yang dilakukan adalah dengan cara proporsional dan dilanjutkan dengan teknik acak pada setiap jurusan. Kesimpulan dalam penelitian adalah bahwa pemahaman mahasiswa FPTK – UPI terhadap keterampilan dasar mengajar masih dalam taraf sedang. Sehingga disarankan untuk melaksanakan perkuliahan kelompok MK-PBM secara efektif dan kondusif, dan berkolaborasi dengan pihak sekolah mulai dari perkuliahan secara konkrit.
Volume III No 9, Agustus 2006
Penulis : Siti Mariah (Dosen Prodi Pendidikan Tata Busana FPTK UPI)
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengungkap gambaran kualitas mengajar guru menjahit di SMK Pariwisata, meliputi:: (1) pemahaman guru terhadap hakekat belajar-mengajar, tugas dan peranannya dalam proses pembelajaran, (2) cara guru mengembangkan pemelajaran kognitif, afektif, dan psikomotor, mengembangkan motivasi belajar siswa, menggunakan media pemelajaran, dan cara guru menilai hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap hakekat belajar mengajar masih menganut pola lama. Guru mengembangkan pemelajaran kognitif secara efektif melalui pertanyaan divergent, menguji dan melacak, pemecahan masalah dengan tutorial, eksperimen, dan pemberian tugas dengan penerapan ‘mastery learning’. Guru mengembangkan pemelajaran afektif secara efektif dengan cara bertindak sebagai model dan belajar bekerjasama. Guru mengembangkan pemelajaran psikomotor secara efektif melalui praktek, latihan dan pengulangan demonstrasi. Guru mengembangkan motivasi belajar siswa secara efektif melalui penyampaian tujuan pemelajaran, kompetisi, perhatian, penghargaan, dan umpan balik. Cara guru menggunakan media pemelajaran belum efektif karena guru sebagai sumber utama pembelajaran ketergantungan siswa kepada guru cukup tinggi. Guru menilai hasil belajar siswa pada aspek kognitif secara efektif melalui pelaksanaan ujian teori akhir semester. Penilaian aspek afektif belum efektif karena hanya dengan cara pengamatan melalui ingatan guru. Penilaian aspek psikomotor yang sudah efektif adalah melalui ujian praktek akhir semester dengan menilai proses pengerjaan dan produk yang dibuat.
Volume III No 9, Agustus 2006
Penulis : Ana (Dosen Prodi PKK FPTK UPI)
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan
1) gambaran kinerja tamatan SMK Pariwisata di hotel dan restoran DIY dan; (2) pengaruh kemampuan kerja, motivasi kerja daniklim organisasi terhadap kinerja tamatan SMK Pariwisata yang bekerja di hotel dan restoran DIY. Populasi adalah 60 orang karyawan tamatan SMK Pariwisata yang bekerja di hotel dan restoran DIY, sedangkan sampel penelitian 49 orang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Merupakan jenis penelitian ex-post facto. Instrumen penelitian dengan menggunakan kuesioner yang dianalisis menggunakan analisis deskripsi dan analisis inferensial korelasi dan regresi ganda. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat kinerja tamatan di hotel dan restoran termasuk dalam kategori baik (83,2%), kemampuan kerja pada kategori cukup baik (51,5%), motivasi kerja berada pada kategori cukup tinggi (58,7%) dan iklim organisasi yang dipersepsikan oleh tamatan rata-rata berada pada kategori cukup baik (80,8%). Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan secara bersama-sama antara kemampuan kerja, motivasi kerja dan iklim organisasi dengan kinerja (R=0,72 dan p<0,05); dan hasil analisis regresi ganda mengungkapkan adanya sumbangan positif dan signifikan antara kemampuan kerja, motivasi kerja dan iklim organisasi secara bersama-sama. (Adjusted R square =0,480) yang berarti variabel kemampuan kerja, motivasi kerja dan iklim organisasi dapat memberikan sumbangan terhadap kinerja tamatan sebesar 48%. (F=13,287; p <0,05).
Volume III No 8, Februari 2006
Penulis : Liunir (Dosen Prodi Pendidikan Tata Busana FPTK UPI)
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang penyelenggaraan program pendidikan keterampilan kerumahtanggaan dan kepariwisataan yang diselenggarakan di SMP Negeri 3 Lembang, khususnya tentang: (1) relevansi program dengan kebutuhan siswa; (2) karakteristik siswa difokuskan pada motivasi belajar; karakteristik guru; ketersediaan fasilitas, serta program belajar; (3) proses belajar mengajar meliputi: satuan pelajaran, aktivitas guru dan siswa, kegiatan belajar mengajar, dan pelaksanaan penilaian; (4) dan hasil belajar siswa.Jenis penelitian ini merupakan penelitian evaluasi yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Model evaluasi yang digunakan adalah model CIPP (context, input, process, product).. Data dikumpulkan menggunakan metode: angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data penelitian adalah: kepala sekolah, guru, dan siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) program keterampilan relevan dengan kebutuhan siswa dilihat dari kondisi masyarakat Lembang yang membutuhkan peningkatan sumber daya manusia; (2) motivasi belajar keterampilan siswa tinggi, karakteristik guru ditinjau dari pendidikan terakhir, pengalaman mengajar dan pengalaman pelatihan, memenuhi persyaratan sebagai pelaksana program keterampilan kerumahtanggaan dan kepariwisataan. Ketersediaan fasilitas fisik dan fasilitas dana masih kurang memadai; (3) satuan pelajaran sudah mengacu pada GBPP dan perlu dikembangkan. Aktifitas siswa dan aktifitas guru sudah maksimal. Guru tidak hanya menilai hasil belajar tetapi juga proses. Hambatan dalam pelaksanaan program yaitu pada ketersediaan fasilitas peralatan praktek dan dana; (4) dan hasil belajar berdasarkan prestasi Ujian Nasional mata pelajaran Keterampilan Kerumahtanggaan dan Kepariwisataan menunjukkan kemampuan kognitif dan psykomotorik siswa tinggi. Penilaian terhadap kemampuan affektif dilihat dari minat, sikap, nilai-nilai dan konsep diri siswa menunjukkan sikap yang positif.
Volume III No 8, Februari 2006
Penulis : Mally Maeliah (Dosen Prodi Tata Busana FPTK UPI)
Volume III No 8, Februari 2006
Penulis : Sri Handayani (Dosen Prodi Pendidikan Teknik Arsitektur FPTK UPI)
Abstrak: Perkuliahan dengan metode klasikal dan konvensional pada Mata kuliah Aplikasi Perencanaan dan Perancangan Lansekap yang dilakukan dengan ceramah dan penayangan contoh-contoh desain dirasa kurang optimal. Di sisi lain Perencanaan dan Perancangan membutuhkan pemahaman total mengenai mata kuliah lain yang menunjang. Hal inilah yang menyebabkan perlunya latihan bagi mahasiswa untuk menempat-kan dirinya (ber-empati) sebagai pengguna (user) maupun sebagai perancang (designer) dan menerjemahkan kebutuhannya (needs) ke dalam bahasa arsitektur lansekap melalui rancangan dalam bentuk grafis baik itu dua dimensi maupun tiga dimensi. Untuk hal tersebut maka dibuat suatu terobosan baru menggunakan model belajar Synectic dengan menghadirkan pengalaman langsung Hasil yang dicapai setelah eksperimen dilakukan adalah: untuk aspek Instruksional Effect mencakup peningkatan yang cukup baik pada: (1) Kemampuan berpikir kreatif dalam membuat rancangan suatu kawasan lansekap, (2) Pemahaman akan permasalahan yang dihadapi, dan (3) Angka kelulusan mahasiswa Sedangkan untuk aspek Nurturant Effect dicapai peningkatan yang cukup baik pada: (1) Kemampuan bekerja kelompok, (2) Kemampuan berempati dan (3) Keberanian berbicara dan mengemukakan pendapat dalam forum diskusi kelas Dari hasil eksperimen dapat diambil kesimpulan bahwa model inovasi model pembelajaran Synectics dengan menghadirkan pengalaman langsung untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif memiliki prospek yang baik untuk dapat digunakan pada mata kuliah-mata kuliah yang sejenis dengan mata kuliah Aplikasi Perencanaan dan Perancangan Lansekap atau untuk mata kuliah yang intinya adalah Perencanaan dan Perancangan.
Volume III No 8, Februari 2006